Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana melalui program berbasis komunitas. Melalui Implementasi Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD), FISIP USU memberdayakan remaja sebagai pelopor kesiapsiagaan bencana dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor, edukasi, dan pemanfaatan kearifan lokal.

Program yang diselenggarakan pada 10 hingga 11 Juli 2026 di Kelurahan Tangkahan Durian, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU dan Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI). Kegiatan ini melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, relawan, dan kelompok remaja sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat FISIP USU yang dipimpin oleh Dr. Agus Suriadi, S.Sos., M.Si., bersama Franklin Asido Rossevelt, S.AP., M.K.P., dan Dr. Windha, S.H., M.Hum., membekali peserta dengan pengetahuan mengenai pengurangan risiko bencana, sistem peringatan dini, komunikasi saat keadaan darurat, prosedur evakuasi, serta simulasi penanganan bencana. Pelatihan juga dilengkapi dengan penyusunan peta kerentanan wilayah dan jalur evakuasi sebagai langkah nyata dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi potensi bencana.

Salah satu pendekatan yang menjadi keunggulan program ini adalah pemanfaatan kentongan sebagai media peringatan dini berbasis kearifan lokal. Di wilayah yang berpotensi mengalami gangguan listrik maupun jaringan komunikasi saat bencana, kentongan menjadi sarana yang sederhana, mudah digunakan, dan efektif untuk menyampaikan peringatan kepada masyarakat. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengetahuan lokal dapat melengkapi sistem kesiapsiagaan modern dalam mendukung respons bencana yang lebih cepat.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, program ini juga mendorong tumbuhnya kepemimpinan remaja dalam membangun budaya siaga di lingkungan mereka. Melalui pendekatan partisipatif, para peserta didorong menjadi penyampai informasi, penggerak aksi komunitas, dan mitra masyarakat dalam memperkuat ketahanan terhadap bencana.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi bagian penting dari pelaksanaan program ini. Sinergi tersebut mencerminkan peran perguruan tinggi dalam menerapkan pengetahuan akademik untuk menjawab tantangan nyata di masyarakat melalui solusi yang relevan dengan kondisi lokal.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang didukung oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara. Melalui inisiatif ini, USU turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim. Program AMPD menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam membangun ketahanan masyarakat melalui kemitraan, kepemimpinan generasi muda, dan pemanfaatan kearifan lokal.

Penulis: Tabitha R. Simbolon