Medan, Kamis 16 Juli 2026. Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) kembali melakukan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum OBE Kampus Berdampak. Sebelumnya di tahun 2017 Program Studi ini menerapkan Kurikulum KKNI yang kemudian diganti pada tahun 2021 dengan menerapkan Kurikulum Outcome Base Education (OBE)-Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pada tahun 2026, FGD kurikulum kembali dilakukan guna merevisi kurikulum Out Come Base Education (OBE) Kampus Berdampak sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan berfokus pada hilirisasi pembelajaran Dunia Usaha dan Dunia Industri sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2026 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, Dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 Tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
Acara dilaksanakan di ruang rapat pimpinan FISIP USU, perwakilan lembaga yang hadir dalam FGD tersebut adalah Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, Dinas Sosial Kota Medan, BAPAS Kelas 1 Kota Medan, Sentra Bahagia Kementerian Sosial Republik Indonesia, Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Sosial Anak dan Remaja (PSAR) Tanjung Morawa, Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Sosial Anak Balita Kota Medan, NGO Lembaga Fokus.
FGD tersebut dibuka oleh Wakil Dekan Bidang 1 Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Agus Suiadi, S.Sos, M.Si. Pelaksanaan FGD dipandu oleh moderator Randa Putra Kasea Sinaga, S.Sos, M.Kesos dengan arahan Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP USU Fajar Utama Ritonga, S.Sos, M.Kesos dan Sekretaris Program Studi Mia Aulina Lubis, S.Sos, M.Kesos. Diskusi berjalan hangat dengan dihadiri mahasiswa, alumni, pengguna, Dosen serta tenaga kependidikan FISIP USU.

Berdasarkan hasil FGD yang dilakukan di Ruang Rapat Pimpinan FISIP USU, dan penyebaran kuesioner melalui G-Form akhirnya diperoleh masukan-masukan dari stakeholder Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP USU terkait pembentukan Profil Lulusan (PL) dan Capaian Propfil Lulusan (CPL). Hasil dari pengumpulan Informasi melalui Focus Group Discussion (FGD) dan penyebaran kuesioner melalui G-form juga diolah dengan menyelaraskan Profil Lulusan yang disarankan oleh Asosiasi Pendidikan Kesejahteraan-Pekerja Sosial Indonesia (APKPSI).
Sinkronisasi ini yang kemudian menjadi dasar bagi Program Studi merumuskan beberapa Profil Lulusan yaitu: 1. Pekerja Sosial Adiksi, 2. Pengelola Program Layanan Kesejahteraan/Pekerjaan Sosial, 3. Pendamping Pembangunan Kesejahteraan Sosial Bagi Kelompok Rentan, 4. Peneliti Kesejahteraan Sosial. Kurikulum yang disusun ini juga menyertakan SDG’S untuk menyokong Indikator Kinerja Utama (IKU 12) yang tertuang dalam pembuatan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) di setiap mata kuliah; dari 17 SDG’S kurikulum Program Studi Kesejahteraan Sosial memfokuskan pada SDG’S 1, 2, 3, 4, dan 17. Perubahan kurkulum Program studi Kesejahteraan Sosial Outcome Base Education Kampus Berdampak ini diharapkan dapat mejawab perkembangan dan kebutuhan dunia pendidikan.