home icon
search icon
menu icon

> Berita > Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) Sumatera Utara Dan Pusat Informasi Masyarakat Anti Narkoba Sumatera Utara (PIMANSU) Melakukan Pelatihan Konselor Adiksi Untuk Guru BK se-Kota Medan.

Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) Sumatera Utara Dan Pusat Informasi Masyarakat Anti Narkoba Sumatera Utara (PIMANSU) Melakukan Pelatihan Konselor Adiksi Untuk Guru BK se-Kota Medan.

Dipublikasi Pada

16 Desember 2025

Dipublikasi Oleh

Arie Putra Afrianda

Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) Sumatera Utara Dan Pusat Informasi Masyarakat Anti Narkoba Sumatera Utara (PIMANSU) Melakukan Pelatihan Konselor Adiksi Untuk Guru BK se-Kota Medan.
Thumbnail Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) Sumatera Utara Dan Pusat Informasi Masyarakat Anti Narkoba Sumatera Utara (PIMANSU) Melakukan Pelatihan Konselor Adiksi Untuk Guru BK se-Kota Medan.

Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Bekerjasama Dengan Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Sumatera Utara Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) Sumatera Utara Dan Pusat Informasi Masyarakat Anti Narkoba Sumatera Utara (PIMANSU) Melakukan Pelatihan Konselor Adiksi Untuk Guru BK se-Kota Medan.

 

Maraknya ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja menuntut peran aktif sekolah dalam melakukan pencegahan dan penanganan dini. Menanggapi hal tersebut, Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Bekerjasama Dengan Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Sumatera Utara Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) Sumatera Utara Dan Pusat Informasi Masyarakat Anti Narkoba Sumatera Utara (PIMANSU)  menggelar pelatihan intensif "Konselor Adiksi bagi Guru Bimbingan Konseling (BK)" yang berlangsung di Aula Pertemuan FISIP USU pada tanggal 15 Desember 2025.

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para guru BK dengan keterampilan klinis dan pendekatan psikologis dalam mendeteksi serta menangani siswa yang terindikasi memiliki ketergantungan zat (adiksi).

 

"Guru BK adalah garda terdepan di sekolah. Mereka bukan hanya pengajar, tapi juga pendamping. Melalui pelatihan ini, kami ingin guru BK memiliki kompetensi sebagai konselor adiksi yang mampu memberikan intervensi awal sebelum siswa terjerumus lebih dalam," ujar Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Provinsi Sumatera Utara Harry, S.STP., M.Sc dalam sambutannya.

 

Materi yang disampaikan meliputi identifikasi gejala adiksi, teknik motivasi wawancara (motivational interviewing), hingga prosedur rujukan ke rehabilitasi medis. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan sekolah menjadi lingkungan yang aman dan responsif terhadap isu adiksi demi menyelamatkan generasi emas bangsa.

 

Berita