home icon
search icon
menu icon

> Berita > Peresmian Migas Center USU, SKK Migas Sumbagut Perkuat Edukasi Energi dan Tutup PKTM Tahap II

Peresmian Migas Center USU, SKK Migas Sumbagut Perkuat Edukasi Energi dan Tutup PKTM Tahap II

Dipublikasi Pada

16 Desember 2025

Dipublikasi Oleh

Arie Putra Afrianda

Peresmian Migas Center USU, SKK Migas Sumbagut Perkuat Edukasi Energi dan Tutup PKTM Tahap II
Thumbnail Peresmian Migas Center USU, SKK Migas Sumbagut Perkuat Edukasi Energi dan Tutup PKTM Tahap II

Program Bersama Launching Buku, Penutupan Karya Tulis Mahasiswa (PKTM) Tahap II, dan Peresmian Migas Center USU SKK Migas Sumbagut – KKKS Wilayah Sumbagut yang digelar di Aula FISIP Universitas Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi penguatan kerja sama antara SKK Migas dan perguruan tinggi dalam pengembangan literasi energi serta riset sosial terkait kegiatan hulu migas. Acara tersebut dihadiri oleh pimpinan SKK Migas, perwakilan KKKS, dosen, dan mahasiswa.

Peresmian Migas Center ke-5 di Universitas Sumatera Utara tidak terlepas dari sinergi dan kontribusi nyata para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Sumbagut dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan penguatan kolaborasi akademik–industri. SKK Migas Sumbagut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada EMP Bentu, EMP Energi Riau, EMP Energi Gandewa, EMP Gebang, EMP Tonga, Harbour Energy, Medco E&P Natuna, Star Energy (Kakap) Ltd., PT BSP, Pertamina EP Pangkalan Susu, dan PT APGWI.

 

Kontribusi ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mencetak generasi muda yang kompeten, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi ketahanan energi nasional melalui hadirnya Migas Center sebagai pusat edukasi, literasi, dan kolaborasi berkelanjutan. Migas Center USU dihadirkan sebagai pusat informasi, edukasi, dan ruang dialog publik mengenai isu-isu migas, khususnya yang berkaitan dengan dampak sosial dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Dalam sesi diskusi yang juga dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Informasi FISIP USU, Dr. Harmona Daulay, S.Sos., M.Si. menekankan bahwa kemampuan sosiologis memegang peranan penting dalam penelitian mahasiswa, terutama dalam program PKTM yang dilaksanakan bersama SKK Migas. Menurutnya, peneliti perlu memahami konteks budaya, norma, dan pola interaksi masyarakat agar proses pengumpulan data berjalan lebih efektif dan etis.

“Kemampuan sosiologis itu tidak harus dimiliki hanya oleh seorang sosiolog, tetapi siapa pun yang meneliti harus mampu menggunakannya, terutama melalui pendekatan interaksi dan komunikasi yang baik di lapangan,” ujar Dr. Harmona.

Ia menjelaskan bahwa pemahaman sosiologis membantu mahasiswa melakukan social mapping yang lebih akurat, mulai dari perumusan program CSR yang tepat sasaran hingga identifikasi potensi konflik yang dapat mempengaruhi keberlanjutan kegiatan migas. Dengan begitu, karya tulis mahasiswa tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan masukan praktis bagi pemangku kepentingan.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan apresiasi kepada peserta PKTM dan dosen pembimbing, serta sesi diskusi yang menghadirkan refleksi pengalaman lapangan mahasiswa dan relevansinya terhadap pengelolaan sektor migas.

 

Lebih lanjut, Dr. Harmona menilai keberadaan Migas Center USU akan menjadi ruang pembelajaran berkelanjutan bagi mahasiswa. Selain meningkatkan kedekatan akademisi dengan praktisi migas, pusat ini diharapkan mendorong lahirnya ide-ide penelitian yang aplikatif.

“Migas Center bisa menjadi mediator antara akademisi dan praktisi migas. Mahasiswa dapat belajar, berdiskusi, dan mengembangkan ide penelitian yang ke depan berpeluang didanai serta bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

 

Dengan hadirnya Migas Center USU, kolaborasi antara SKK Migas, KKKS, dan FISIP USU diharapkan semakin kuat dalam mempersiapkan mahasiswa yang peka terhadap persoalan sosial sekaligus mampu memberikan kontribusi pada pengelolaan sektor energi yang berkelanjutan.

 

Penulis: Tabitha R. Simbolon

Berita