FISIP USU - Baru saja terlaksana kegiatan kerja sama antara Humas DPRD Sumatra Utara, Radio Kardopa 99.4 fm dan FISIP USU pada hari Rabu, 15 Februari 2023. Kerja sama ini berupa dialog publik yang mengikutsertakan mahasiswa dan seluruh pendengar radio di kota medan sekitarnya. Dialog ini berisikan tentang cara membangun generasi muda cerdas santun dan kritis dalam menatap pemilu 2024.

Acara ini mendatangkan narasumber narasumber berkompeten dibidangnya untuk membahas dan menerangkan seputar membangun generasi muda cerdas santun dan kritis, adapun para narasumbernya ialah H. Hendra cipta S.E sebagai perwakilan dari anggota Dewan Daerah ( DPRD) dan bapak Warjio Ph.D sebagai perwakilan akademisi yang mewakili Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Dalam sambutannya, Dekan FISIP USU bapak Dr. Hatta Ridho, S.Sos., MSP menyampaikan “bahwa kegiatan ini akan menghadirkan pemilih muda yang kritis cerdas dan cermat serta santun dalam pemilu yang akan diselenggarakan pada pemilu 2024 nanti, lebih jauh lagi ia menyampaikan bahwa mahasiswa harus menggunakan hak suara karena satu suara menentukan masa depan Bangsa.

Sebagai narasumber bapak H. Hendra cipta, S. E menyampaikan jika setiap generasi memiliki tantangan masing-masing dalam pemilu. Tantangan yang di hadapi oleh muda iyalah munculnya sifat individualiatik yang sudah mulai menjamur di masyarakat, sifat individual tersebut akan mengakibatkan hilangnya rasa santun dalam menyeluarakan pendapat. Lebih jauh adanya fenomena dominasi politisi tua yang menghambat politisi muda untuk berkembang, para oligarki sudah memasuki seluruh sektor dalam pemilu di Indonesia.oleh sebab itu perlu adanya mahasiswa dan masyarakat muda yang melek akan politik. Di akhir pemateri menyampaikan bahwa generasi muda ada harus lebih dan peduli terhadap politik dan pemilu di Indonesia.

Membahas lebih jauh, bapak Warjio, Ph.D sebagai narasumber menyampaikan bahwa mahasiswa dan masyarakat muda harus memiliki 3 poin penting dalam pemilu yang ada yaitu cerdas santun dan kritis. Dalam konteks demokrasi yang baik iyalah adanya partisipasi dan keterbukaan yang baik dikalahkan masyarakat Indonesia. Sebagai perbandingan pemateri membandingkan pemilu yang ada di indonesia dengan yang ada di Malaysia, di mana pemilu di Malaysia telah lebih maju dalam proses rekruitmen generasi muda untuk terjun ke dalam dunia politik dan partai. Peranan anak muda ini dinilai penting sebagai hegenerasi partai politik untuk ikut serta memajukan bangsa.

Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa menyampaikan beberapa pertanyaan terkait tema yang dibawakan oleh pemateri, diantaranya bagaimana cara mengatasi dan menghindari konflik di antara para pemilih hingga bagaimana cara agar para pemilih muda dapat terhindar dari berita berita hoax yang ada di sosial media.

Menjawab dari pertanyaan yang ada bapak Warjio Ph.D dan bapak Hendra S. E menerangkan bahwa konflik dalam pemilu pasti akan terus terjadi, namun hal tersebut dapat di hindari jika para kaum muda peka dan mau untuk ber literasi. Kemampuan literaai yang baik akan menghadirkan pemilih yang berkualitas.

Sebagai penutup bapak warjio menyampaikan bahwa masyarakat muda silahkan ikut dalam partai politik. Tidak masalah dalam hal tersebut, dan generasi muda harus mau dan melek untuk memajukan politik di Indonesia.