Dari lahan desa hingga pasar internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) berperan aktif membantu para petani kopi di Desa Sinaman II, Sidamanik, Simalungun, dalam meningkatkan kualitas produk serta memperluas peluang ke pasar global. Meskipun memiliki potensi besar di bidang kopi, hortikultura, dan kerajinan lokal, para petani masih menghadapi keterbatasan pendapatan akibat metode produksi tradisional dan akses pasar yang terbatas. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana ilmu sosial dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Program ini menggabungkan pelatihan langsung, adopsi teknologi, dan pendampingan. Para petani dilatih mengenai Good Agricultural Practices (GAP) serta cara mengoperasikan peralatan modern seperti penggiling listrik dan mesin pemanggang mini dengan sistem pendingin udara berkapasitas tiga kilogram. Alat-alat ini diharapkan dapat meningkatkan produksi kopi harian dari 50 kilogram menjadi antara 100 hingga 150 kilogram, sementara keterampilan teknis dan pengoperasian mesin meningkat sekitar 40–50 persen.
Manajemen bisnis para petani juga diperkuat melalui pelatihan pencatatan keuangan, perencanaan biaya, pengorganisasian, dan strategi pemasaran. Penerapan pemasaran digital, kemasan menarik, serta identifikasi pasar lokal dan internasional membantu memperluas jangkauan kopi Sinaman II melampaui batas tradisional.
Inisiatif ini dipimpin oleh M. Muhammad Arifin Nasution, Hatta Ridho, Sri Alem Br. Sembiring, Hafizhah Salsabila Harahap, dan Nuri Jannaturrahmi Tambusai, dengan Desa Sinaman II sebagai mitra utama serta dukungan teknis dari Dinas Pertanian Tebing Tinggi. Berlangsung sejak April hingga November, proyek ini bertujuan meningkatkan pendapatan petani, memperbaiki kualitas produk, serta memperkuat daya saing di pasar global.
Program ini berkontribusi langsung terhadap Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, antara lain mendukung pengentasan kemiskinan (SDGs 1) melalui peningkatan pendapatan, pertanian berkelanjutan (SDGs 2) dengan praktik budidaya yang lebih baik, serta pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDGs 8) melalui peningkatan keterampilan kewirausahaan dan perluasan pasar. Dengan mengintegrasikan tujuan-tujuan ini, proyek tersebut mendorong keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Bagi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, program ini menegaskan penerapan ilmu akademik dalam pengembangan masyarakat secara nyata. Mahasiswa memperoleh pengalaman praktis, keterampilan kepemimpinan, serta kesempatan untuk menerapkan teori dalam aksi sosial yang bermakna. Inisiatif ini menjadi model pembangunan berkelanjutan yang membantu petani kopi Sinaman II berkembang di pasar global.
Sumber: qs-gen.com