home icon
search icon
menu icon

> Berita > Diskusi Konsulat Jenderal Tiongkok Medan dengan FISIP USU

Diskusi Konsulat Jenderal Tiongkok Medan dengan FISIP USU

Dipublikasi Pada

05 Juli 2024

Dipublikasi Oleh

Shifani Adriani Ch, S.Kom

Diskusi Konsulat Jenderal Tiongkok Medan dengan FISIP USU
Thumbnail Diskusi Konsulat Jenderal Tiongkok Medan dengan FISIP USU

Medan, 4 Juli 2024, Konsulat Jenderal Tiongkok Medan mengadakan diskusi dengan Dekan FISIP dan para dosen dari Program Studi Ilmu Politik di Interlokal, Jalan Teuku Cik Ditiro. Pertemuan ini berlangsung hangat dengan diawali dengan makan malam, selanjutnya diskusi, dan mendengarkan pidato dari kedua belah pihak.


Konsulat Jenderal Tiongkok Medan, Zhang Min, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Republik Rakyat Tiongkok berkeingan untuk mengetengahkan kembali lima prinsip hidup secara damai atau yang terkenal dengan sebutan Panscheel sebagai prinsip hubungan antarnegara yang perlu diterapkan. Kelima prinsip tersebut ialah saling menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah, tidak saling melakukan agresi, tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing, keseteraan dan kerja sama untuk saling menguntungkan, dan hidup berdampingan secara damai. Zhang Min mengucapkan bahwa prinsip ini penting mengingat situasi dunia yang sangat ini penuh ketidakpastian dan diwarnai berbagai macam konflik, mulai dari Konflik Ukraina-Rusia hingga Genosida di Palestina oleh Israel.
Lebih lanjut, Zhang Min, menyampaikan bahwa tahun depan adalah peringatan 70 tahun Konferensi Bandung yang bisa menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat untuk mempunyai dunia yang lebih adil dan aman untuk semua. “Konferensi Bandung adalah tonggak kelahiran dunia ketia,” ucap Zhang Min. Ia juga menceritakan kiprah mantan Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok, Zhou Enlai, sebagai sosok yang mempunyai semangat yang sama dengan dunia-dunia di negara ketiga, yaitu untuk memiliki dunia tanpa kolonialisme.


Senada dengan itu, Dekan FISIP, Hatta Ridho dalam sambutannya mengutarakan bahwa Indonesia memiliki prinsip hubungan luar negeri bebas dan aktif yang masih relevan hingga kini. Bebas berarti Indonesia bebas menjalin hubungan dengan tiap negara, serta aktif berarti Indonesia berkepentingan untuk selalu ikut mewujudkan ketertiban dunia. Ridho juga menyambut baik perlunya membangun Komunitas Senasib Sepenanggungan yang diusulkan oleh Zhang sebagai komunitas untuk negara-negara yang mendambakan perdamaian. Acara diskusi berlangsung selama dua jam lebih dengan beragam topik, mulai dari sistem pendidikan di masing-masing negara, hingga isu-isu kontemporer dunia saat ini.

Berita