> Berita > ASPIKOM Sumut Gelar Seminar dan Muswil, Soroti Riset Jaringan Berbasis Big Data dalam Ilmu Komunikasi
ASPIKOM Sumut Gelar Seminar dan Muswil, Soroti Riset Jaringan Berbasis Big Data dalam Ilmu Komunikasi
Dipublikasi Pada
12 Februari 2026
Dipublikasi Oleh
Arie Putra Afrianda
Thumbnail ASPIKOM Sumut Gelar Seminar dan Muswil, Soroti Riset Jaringan Berbasis Big Data dalam Ilmu Komunikasi
Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP USU menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seminar dan Musyawarah Wilayah (Muswil) Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Wilayah Sumatera Utara bertema “Riset Jaringan Berbasis Big Data: Tantangan Masa Depan Penelitian Ilmu Komunikasi” di Aula Gedung Bersama FISIP USU, Rabu (11/02/2026). Kegiatan ini menghadirkan Dr. Puji Santoso sebagai pembicara utama dan diikuti oleh dosen serta mahasiswa Ilmu Komunikasi dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Utara.
Seminar ini menjadi ruang diskusi akademik yang menyoroti transformasi riset komunikasi di era digital. Perkembangan media sosial dan platform digital dinilai telah menghasilkan jejak data dalam jumlah besar yang dapat dimanfaatkan untuk membaca pola komunikasi, struktur jaringan, serta dinamika opini publik secara lebih komprehensif.
Dalam pemaparannya, Dr. Puji Santoso menjelaskan bahwa pendekatan riset berbasis big data, khususnya melalui metode Social Network Analysis (SNA), membuka peluang baru dalam memahami relasi dan interaksi antar aktor di ruang digital. Dengan dukungan perangkat lunak analisis jaringan, peneliti dapat memetakan pola komunikasi, mengidentifikasi aktor kunci, serta membaca kecenderungan percakapan publik secara lebih sistematis.
Ia menegaskan bahwa big data tidak hanya berbicara soal jumlah data yang besar, tetapi juga tentang kecepatan, keberagaman, dan kemampuan analisisnya. Dalam konteks Ilmu Komunikasi, pendekatan ini relevan untuk mengkaji isu-isu seperti pembentukan opini publik, framing media sosial, polarisasi wacana, hingga dinamika komunikasi politik digital.
Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa pemanfaatan big data harus tetap memperhatikan aspek metodologis dan etika penelitian. Validitas data, bias algoritma, serta tanggung jawab akademik dalam mengelola data digital menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh peneliti komunikasi.
Seminar ini turut mendapat respons positif dari peserta, khususnya mahasiswa yang melihat materi big data sebagai penguatan arah pengembangan Jurusan Ilmu Komunikasi di era media sosial dan transformasi digital.
Annisa Al Mahgfira, salah seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi peserta seminar, menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan kompetensi mahasiswa komunikasi saat ini.
“Materi terkait big data ini beneran suatu hal yang penting untuk keilmuan dan kompetensi mahasiswa Ilmu Komunikasi. Apalagi, basisnya komunikasi ini kan sudah ada media digital, yang kalau mau dianalisis itu harus pakai big data serta harus tahu cara mengolahnya. Jadi, kalau hal demikian ini diperdalam untuk anak komunikasi, penelitian untuk skripsi dan sebagainya jadi lebih mudah juga,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, ASPIKOM Wilayah Sumatera Utara menegaskan komitmennya dalam mendorong inovasi metodologis dan penguatan kapasitas akademik. Seminar dan Muswil ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Ilmu Komunikasi dalam merespons perubahan lanskap media dan teknologi yang terus berkembang.
Selain seminar, kegiatan ini dirangkaikan dengan Musyawarah Wilayah ASPIKOM Sumatera Utara yang membahas penguatan jejaring antar program studi Ilmu Komunikasi, peningkatan kualitas pendidikan, serta adaptasi kurikulum terhadap perkembangan teknologi komunikasi digital.