Buku ini mengupas fenomena adaptasi narasi, pencitraan, dan identitas oleh para aktor politik yang menggunakan retorika ganda serta ambiguitas untuk mengelola persepsi publik demi mempertahankan legitimasi kekuasaan mereka[cite: 2]. Menggabungkan pendekatan teori komunikasi, psikologi sosial, dan kajian politik, buku ini menyoroti bagaimana ketidaksesuaian antara perkataan dan tindakan dapat berkembang menjadi praktik yang terstruktur dalam sistem kekuasaan, sehingga menjadi referensi penting bagi masyarakat untuk lebih kritis dalam memahami realitas politik.
Video selengkapnya: https://youtu.be/Q4li7dl6n-0?si=DWJLbNlcavqFI-mt
TIM HUMAS FISIP USU
Medan, 28 September 2026