> Berita > FISIP USU Gelar International Summer Course, Perkuat Praktik Pemberdayaan Kelompok Rentan di Kancah Global
FISIP USU Gelar International Summer Course, Perkuat Praktik Pemberdayaan Kelompok Rentan di Kancah Global
Dipublikasi Pada
18 September 2023
Dipublikasi Oleh
Arie Putra Afrianda
Thumbnail FISIP USU Gelar International Summer Course, Perkuat Praktik Pemberdayaan Kelompok Rentan di Kancah Global
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan internasionalisasi akademik melalui penyelenggaraan International Summer Course bertajuk “Empowerment Practices for Disadvantaged People”. Kegiatan ini berlangsung selama 4–16 September 2023 dan diikuti oleh peserta dari berbagai negara.
Program bergengsi ini diselenggarakan oleh Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP USU sebagai bagian dari Hibah Internasionalisasi Akademik Universitas Sumatera Utara. Husni Thamrin, S.Sos., MSP didapuk sebagai Ketua Pelaksana kegiatan. International Summer Course ini dirancang untuk memperkenalkan keunggulan akademik USU kepada masyarakat global sekaligus membangun jejaring keilmuan lintas negara, khususnya dalam isu pemberdayaan kelompok rentan dan marjinal.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta internasional dan nasional yang berasal dari sedikitnya tujuh negara, di antaranya Malaysia, Filipina, Pakistan, India, China, Iran, dan Ukraina, selain peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Keberagaman latar belakang ini menciptakan suasana akademik multikultural yang dinamis dan kolaboratif. Rangkaian kegiatan terbagi ke dalam dua agenda utama, yakni perkuliahan internasional dan field visit. Pada sesi perkuliahan, peserta memperoleh materi dari akademisi bereputasi internasional, antara lain: Associate Prof. Dr. Paramjit Singh Jamir Singh (Universiti Sains Malaysia), Dr. Mohd Haizzan Yahaya (Universiti Sains Malaysia) dan Assoc. Prof. Dr. Ratna Roshida binti AB Razak (Universiti Putra Malaysia) Materi yang disampaikan mencakup praktik advokasi dan pemberdayaan dalam pekerjaan sosial, riset sosial, hingga filosofi kesejahteraan dan pembangunan peradaban.
Sementara itu, kegiatan field visit dilaksanakan di sejumlah lokasi strategis di Sumatera Utara, seperti Bandar Pasir Mandoge, Danau Toba–Samosir, Medan, dan Berastagi. Dalam agenda ini, peserta melakukan observasi lapangan, diskusi dengan masyarakat lokal, serta mini riset untuk mengkaji praktik pemberdayaan masyarakat secara langsung. Selain pengalaman akademik dan kultural, program ini juga menargetkan luaran konkret, antara lain penguatan jejaring kerja sama internasional, keterlibatan dosen asing dalam Tridharma Perguruan Tinggi, serta publikasi ilmiah bersama (joint publication) antara dosen USU dan akademisi internasional.
Ketua Pelaksana International Summer Course, Husni Thamrin, S.Sos., MSP, menegaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan akademik jangka pendek, tetapi juga investasi jangka panjang bagi reputasi global USU. “Melalui International Summer Course ini, kami ingin membangun ruang belajar bersama yang mempertemukan perspektif global dan lokal, sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi riset dan publikasi internasional di bidang kesejahteraan sosial,” ujar Husni. Ia menambahkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan program ini menunjukkan kesiapan FISIP USU dalam mengelola kegiatan akademik berskala internasional. “Partisipasi peserta dari berbagai negara menjadi bukti bahwa USU semakin dipercaya sebagai tujuan pembelajaran internasional, khususnya dalam kajian pemberdayaan masyarakat dan kemanusiaan,” tambahnya.
Dengan terselenggaranya International Summer Course 2023 ini, FISIP USU memperkuat posisinya sebagai salah satu fakultas yang aktif mendukung visi Universitas Sumatera Utara sebagai barometer ilmu pengetahuan global, sekaligus berkontribusi nyata dalam pengembangan ilmu sosial yang berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat.